Berawal dari Sini…


tempoe doeloe

Teee….eeeeeeet…

bunyi khas bel sebuah sekolah swasta memecah ketegangan kelas yang baru memasuki hari pertama semenjak liburan akhir tahun pelajaran 1995/1996 kemarin.

Seorang anak kecil berwajah lugu dan kelihatan pemalu keluar perlahan dari kelasnya menuju sebuah dudukan panjang di depan kelas yang bertuliskan angka romawi I. Hari ini memang hari pertamanya masuk sekolah dasar. Tidak seperti siswa-siswa lain yang berhamburan di halaman sekolah dengan ceria, anak itu lebih memilih duduk menyendiri sembari memperhatikan teman-temannya bermain dan berlarian.

Tiga bulan berselang, seusai ujian catur wulan atau biasanya disebut THB, sekolah pun mengundang para wali murid untuk mengambil rapor anak-anaknya. Semua wali murid telah berkumpul di ruang kelas dimana anak-anaknya belajar dengan didampingi oleh seorang wali kelas. Dari kejauhan, tampak seorang laki-laki yang baru datang bersama seorang anaknya. Sepeda “phoenix” warna biru pun diparkirkan diantara sepeda-sepeda yang lain. Dengan tergesa-gesa dia menuju sebuah kelas yang telah padat terisi wali murid yang lainnya. Waktu pengumuman ranking pun tiba. Dengan lantang sang wali kelas menyebutkan nama-nama siswa yang menempati 10 besar. Tiba di urutan pertama, dengan wajah gembira dipanggillah seorang anak yang bernama “Ilham Doni Tamara”. Spontan, senyum dan rasa bangga pun tampak dari rona wajah laki-laki tersebut. Sungguh tak disangka, anak pemalu itu bisa menjadi juara di kelas pertamanya.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun, anak iitu pun tumbuh menjadi anak yang berprestasi dan multi talenta. Di bidang akademik, rankingnya tidak pernah lebih dari 5 besar.  Keahlian bidang olahraga pun tidak perlu dipertanyakan. Dia menjadi jagoan bulu tangkis di kelasnya. Dan yang lebih parah lagi adalah bidang seni. Meskipun tidak punya darah pelukis, tapi lukisan kaligrafinya mampu mengantarnya meraih piala di lomba kaligrafi se-Kabupaten. Tak heran banyak orang kagum dan memujinya, bahkan beberapa merasa iri dengannya.

Meskipun demikian, satu sifat yang tak hilang dari dirinya yaitu sifat pemalu dan tidak banyak omong, apalagi pada teman perempuannya. Dia juga pernah mengalami masa-masa sulit saat dia salah bergaul dengan teman yang kurang baik yang membuatnya tertindas di kelas, menurun prestasinya, hingga di tegur oleh para guru. Namun dengan segala keikhlasannya, dia menutup tahun terakhirnya di sekolah itu dengan predikat terbaik kedua.

Kini.. anak itu semakin tumbuh dewasa dan semakin mengerti tentang arti sebuah kehidupan. Namun, hatinya tak pernah lupa dengan sekolah yang membuatnya tumbuh dan berkembang. Sekolah yang membuatnya banyak belajar tentang lingkungan asalnya. Sekolah

Madrasah Ibtidaiyah Nihayatul Ulum Pangkatrejo, sekolah dengan sejuta kenangan. Teringat saat kita duduk bersama dan beristighosah tiap senin pagi sedangkan sekolah lain melaksanakan upacara. Masih terngiang juga ucapan-ucapan Pak Marlan (alm), Pak Kasmolan, Pak Koher, Pak Sumarto, dan guru-guru yang lain yang dulu aku abaikan tapi sekarang serasa sangat kurindukan petuah-petuah itu. Sungguh beruntung aku dulu yang masih bertemu kalian semua guru-guruku, teman-temanku, adik-adik kelasku, dan orang-orang yang membuat perjalananku lebih berwarna.

Masih teringat baris-baris akhir dari lagumu :

Oh Tuhan Yang Kuasa….

Tolonglah hamba…

Perkenankan segera…

Ditutup do’a….

Semoga MINU sejahtera…”

Semoga kita semua bisa bertemu di Surga-Nya kelak…

Special thanks for :

– Halim Wahdani & M. Aminul Latif, teman seperjuangan saat kita  mengayuh sepeda  bersama-sama untuk menggapai mimpi

– Heni Indrawati (Almh), terima kasih atas kebaikanmu dulu, semoga Allah membalasnya dengan yang lebih baik.

3 thoughts on “Berawal dari Sini…

  1. Kata-katamu mengingatkanku pada masa lalu kita….
    Hmm…sampai sekarang pun aku tak kan lupa..walau aku anak baru disana,
    Kita bertiga, dan semua teman2…
    Semoga Allah senantiasa memberikan kita rahmat-Nya…
    Kutunggu kesuksesanmu dipucuk kehinaanku,
    Selamat menggapai masa depan cerah…!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s