Ghozwul Fikr (Perang Pemikiran)


Sebagai seorang manusia, kita tentu menyadari berbagai perubahan yang terjadi di akhir zaman ini. mulai dari perubahan budaya, moral, perilaku, ilmu pengetahuan, teknologi dan hampir segala aspek kehidupan. faktanya adalah saat ini kita sedang dihadapkan kepada sebuah perang yang luar biasa besarnya. bukan hanya perang fisik seperti Israel yang tak henti-hentinya membombardir palestina, melainkan juga perang pemikiran yang mempengaruhi segala perilaku dan moral masyarakat. pada hakikatnya, ada beberapa jenis perang yang kita hadapi pada zaman sekarang ini, dan semuanya telah termaktub dalam Al Qur’an, antara lain:


  • perang politik

          Perang dalam bidang strategi politik. perang ini kita jumpai antara AS dengan Uni Soviet, dimana tidak terjadi perang fisik secara langsung, namun terjadi psywar yang sangat hebat untuk menunjukkan negara itu yang terbaik. perang politik ini digambarkan dalam Al Qur’an dalam Surat Al An’am ayat 123 :

” Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat- penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya”.

  • Perang militer
          dalam bayangan kita mungkin inilah perang yang sesungguhnya karena perang militer melibatkan fisik dan persenjataan. yang sering kita dengar akhir-akhir ini seperti perang antara Israel dan Palestina yang tak ujung usai. hal ini dipaparkan dalam Alquran antara lain dalam Surat Al Baqarah ayat 217.
  • perang ekonomi
          perang yang baru-baru ini muncul adalah perang ekonomi, dimana terjadi persaingan yang kental dan sengit antar  negara-negara pelaku ekonomi, seperti China (Tiongkok) yang sangat gencar merebut pasar. ternyata hal ini juga disebutkan dalam Alqur’an surat At Taubah ayat 34
  • perang pemikiran (Ghozwul Fikr)

Perang pemikiran terjadi melalui beberapa tahap, antara lain :

– fase sebelum jatuhnya khilafah, dalam tahap ini sering terjadi orientalisme, kristenisasi, dan pemutusan hubungan negeri-negeri dengan khilafah guna melemahkan kekuatan kaum muslim.
– fase jatuhnya khilafah, terjadi pemisahan agama dengan urusan negara, terjadi penyebaran faham nasionalisme dan terdapatnya upaya menjatuhkan khilafah
– fase sesudah jatuhnya khilafah, ditandai dengan mulai tumbuhnya sekularisasi bidang pengajaran, penerangan, perundang-undangan, penegakan nasionalisme, dan pembebasan batas-batas terhadap wanita.
Secara pengertian, Ghozwul Fikr (Perang pemikiran) berasal dari kata Ghozwah yang artinya serangan, serbuan, atau invasi, dan kata Fikr yang berarti pemikiran. sedangkan pengertian Ghozwul Fikr secara istilah yaitu Penyerangan dengan berbagai cara terhadap pemikiran umat Islam guna merubah apa yang ada di dalamnya, sehingga tidak lagi bisa mengeluarkan darinya hal-hal yang benar karena telah tercampur aduk dengan hal-hal yang tidak Islami.

Dengan demikian, jelaslah bahwa ghozwul fikr ini sangat berbahaya, karena disamping mengubah pola pikir masyarakat muslim, juga dapat mengubah segala sesuatu hal menjadi tidak islami atau keluar dari koridor yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. secara rinci, sasaran-sasaran dari Ghozwul fikr ini juga disebutkan dalam kitab Suci-Nya, antara lain :
– Menjauhkan Umat Islam dari dien
   Hal ini telah sering kita jumpai di berbagai bentuk kehidupan sekarang ini. salah satu contohnya adalah media televisi yang senantiasa menghadirkan tayangan-tayangan yang menyimpang dan semakin menjauhkan sesorang muslim dari agama. hal ini seperti dijelaskan dalam Alqur’an Surat Al Isra’ ayat 73 ;
“Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentu|ah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia”.

– Berusaha Memasukkan orang Islam yang sudah lemah kedalam agama kafir.
   Sasaran ini telah banyak kita temui dengan semakin maraknya isu kristenisasi yang muncul belakangan ini. seperti disebutkan dalam Surat Al Baqarah ayat 120 :
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.

– Memadamkan cahaya (Agama) Allah
  Inilah sasaran akhir dari ghozwul fikr, yaitu memadamkan atau menghilangkan Agama Allah di muka bumi.seperi tertera dalam kitab-Nya ;
“Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya”. 
Untuk mencapai sasaran tersebut, ada dua metode yang dilakukan, yaitu dengan membatasi Islam agar tidak tersebar luas dan menyerang Islam dari dalam. metode yang dilakukan untuk membatasi Islam agar tidak tersebar luas antara lain :
Tasykik (pendangkalan/peragu-raguan)
Gerakan yang berupaya menciptakan keragu-raguan dan pendangkalan kaum muslimin terhadap agamanya. salah satu contohnya adalah kaum gay/homoseksual. Di awal mungkin kita akan sangat menentang hal ini, tapi seiring dengan berjalannya waktu dengan alasan HAM, maka kita mungkin akan memakluminya, Naudzubillah, Padahal telah jelas disebutkan dalam Nash bahwa homoseksual itu perbuatan dosa yang tak terampuni. bahkan masih kita ingat Kisah kaum Nabi Luth yang diberikan azab yang besar oleh Allah karena mereka menyukai sesama jenis.
Tasywih (Pencemaran/pelecehan)
Upaya orang kafir untuk menghilangkan kebanggaan kaum muslimin terhadap Islam dengan menggambarkan Islam secara buruk.
Tadhlil (penyesatan)
Upaya orang kafir menyesatkan umat mulai dari cara yang halus sampai cara yang kasar.
Taghrib (pembaratan/westernisasi)
Gerakan yang sasarannya untuk mengeliminasi Islam, mendorong kaum muslimin agar mau menerima seluruh pemikiran dan perilaku barat.


Sementara itu, metode penyerangan Islam dari dalam antara lain :
• Penyebaran faham sekuralisme
Berusaha memisahkan antara agama dengan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
• Penyebaran faham nasionalisme sempit
Nasionalisme membunuh ruh ukhuwah Islamiyah yang merupakan azas kekuatan umat Islam. seperti dikatakan dalam Hadits “Bukan dari golonganku orang yang mengajak pada ashobiyah dan bukan golonganku orang yang berperang atas dasar ashobiyah dan bukan dari golonganku orang yang mati karena ashobiyah”.
• Pengrusakan akhlak umat lslam terutama para pemudanya.


Dalam kenyataannya, banyak sekali cara-cara yang dilakukan oleh orang-orang kafir untuk melancarkan perang pemikiran ini kepada kaum muslimin. oleh karena itu tentu banyak pula media yang digunakan dan akhirnya mampu dikuasai oleh mereka. beberapa fakta yang ada terkait media yang mereka gunakan antara lain :

§Mass Media : cetak dan elektronika
  Kondisi saat ini, banyak sekali media-media besar yang telah dikuasai oleh orang-orang kafir yang berniat melancarkan serangan ghazwul fikr ini, seperti media cetak (koran, majalah, dll) ataupun televisi.


§Internet, Beasiswa
  Sekarang ini mulai banyak beasiswa-beasiswa yang diberikan oleh missionaris kepadapara pemuda islam dalam rangka kristenisasi.
§Pelatihan, LSM/NGO
Dari kesekian banyak metode, cara, dan sarana yang digunakan, tentu ekspekstasi orang-orang kafir adalah
membuat umat islam melemah. beberapa ekspekstasi khusus yang mereka harapkan adalah seperti
tergambar dalam Alqur’an sebagai berikut :
1. Umat Islam menyimpang dari Al-Qur’an dan   As-Sunnah (QS. 25:30)
2. Minder dan rendah diri (QS. 3:139)
3. Ikut-ikutan (QS. 17:36)
4. Terpecah-belah (QS. 30:32)

3 thoughts on “Ghozwul Fikr (Perang Pemikiran)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s