Semangat Sang Pemimpi


“….mimpi.. adalah kunci untuk kita menaklukan dunia…” (Nidji-OST. Laskar Pelangi)

Mungkin sepotong lirik lagu tersebut dapat sedikit menggambarkan sekaligus mewakili betapa hebatnya kekuatan sebuah mimpi atau sering kita sebut “the power of dream”. Tentu kita semua sudah tau tentang sejarah kesuksesan pasukan Islam menaklukan Kedigdayaan Persia di bawah pimpinan jenderal mudanya, Al Fatih. Kisah kesuksesan itu pun tidak terjadi secara tiba-tiba tanpa direncanakan sebelumnya. Bahkan beratus-ratus tahun yang lalu hal itu sudah di-impi-kan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah riwayat menyebutkan bahwa saat pembuatan parit dalam persiapan Perang Khandaq, perang urat saraf terhebat dalam sejarah umat Islam, Rasulullah pernah berucap bahwa suatu saat nanti Persia dan Romawi akan jatuh ke tangan umat Islam. Saat sahabat bertanya mana yang akan takluk terlebih dahulu? Maka Rasulullah menjawab Persia. Dan faktanya hal itu terjadi beratus-ratus tahun kemudian oleh pasukan terbaik di masanya. Sementara takluknya Romawi memang belum terjadi, tetapi itu merupakan keniscayaan yang harus diperjuangkan.

Di sisi lain, banyak fakta di dunia modern yang telah membuktikan bahwa mimpi sangat mempengaruhi tingkat kesuksesan seseorang. Pernah dilakukan sebuah survey di sebuah universitas ternama di Eropa untuk meneliti tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan cita-cita hidupnya. Suatu saat seluruh mahasiswanya dikumpulkan di aula yang sangat besar. Di sana, satu persatu mahasiswa tersebut diberikan pertanyaan tentang mimpi atau cita-cita hidup mereka. Setelah dilihat, hasil yang didapatkan sungguh mengejutkan dan mungkin di luar dugaan. Sebanyak 3 % dari seluruh mahasiswa tersebut mengaku telah memiliki mimpi dan cita-cita hidup yang cukup detail dan semua mimpi itu mereka tuliskan, entah itu di diari mereka, di buku catatan mereka, atau di blog pribadi mereka. Sementara itu 10 % dari keseluruhan mahasiswa tersebut mengaku memiliki mimpi yang juga cukup detail, namun mereka tidak pernah menuliskannya. Sedangkan prosentase sisanya diketahui tidak memiliki mimpi dan menjalani hidup apa adanya, mengalir mengikuti alur hidup. Semua data yang diperoleh akhirnya direkap dalam sebuah database yang sangat rapi dan disimpan dengan sangat baik. Beberapa tahun kemudian saat seluruh mahasiswa yang diteliti tersebut telah berkarir dan terjun dengan pekerjaannya, penelitian dilanjutkan. Dan setelah diteliti, golongan yang ketiga (mahasiswa yang tidak punya mimpi) telah berkarir rata-rata sebagai pekerja kantor dengan penghasilan standard. Yang mengejutkan, 10% mahasiswa tadi (yang punya mimpi tapi tidak dituliskan) diketahui telah memiliki pekerjaan dan karir yang layak dan berpenghasilan 3 kali lipat dari golongan yang tidak punya mimpi tadi. Dan parahnya, 3 % mahasiswa (yang punya mimpi dan dituliskan), mempunyai penghasilan 10 kali lipat dari 10% mahasiswa tadi. Hal ini membuktikan betapa besar kekuatan mimpi dan mempengaruhi tingkat kesuksesan seseorang.

Di banyak kasus, mimpi memang seakan menjadi kekuatan maha dahsyat yang muncul dari dalam diri kita dan menjadi penstimulus diri kita untuk bergerak. Salah satu contoh kecil saat sekelompok anak-anak berlari mengejar layang-layang. Dari diri mereka seakan-akan timbul kekuatan yang hebat sehingga bisa membuat mereka berlari sekencang-kencangnya tanpa peduli segala sesuatu yang diterjangnya. Mimpi/keinginan mereka hanya satu, mendapatkan layang-layang. Bahkan mereka baru merasakan puluhan duri yang menancap di kaki mereka setelah proses perburuan selesai. Begitulah kekuatan mimpi yang dapat menjangkit semua orang saat mereka mengusahakannya. Serasa arah hidup kita hanya satu yaitu untuk menggapai mimpi itu. Seberapa jelas dan besar mimpi itu, maka kekuatan yang timbul pada diri kita juga akan semakin besar.

Faktanya, untuk meraih kesuksesan atau keberhasilan tidak cukup dengan hanya mengandalkan mimpi. Mimpi hanya akan menjadi angan-angan kosong tanpa adanya usaha untuk meraihnya. Bahkan Rasulullah SAW dalam sebuah hadist pun pernah menyebutkan “…orang yang lemah (bodoh) adalah orang memperturutkan hawa nafsunya dan berangan-angan (kosong) kepada Allah.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad). Hal ini tentu sangat wajar karena semua orang bisa bermimpi tetapi tidak semua orang bisa dengan mudah menggapai mimpi-mimpinya. Orang yang hanya bisa bermimpi tanpa bisa berusaha adalah orang yang bodoh, sementara mereka yang bermimpi dan berjuang menggapainya adalah orang-orang yang cerdas. Dengan demikian, sebuah mimpi tidak boleh menjadi angan-angan kosong saja, tetapi harus benar-benar diusahakan.

Pada dasarnya, bermimpi itu bebas dan siapapun boleh bermimpi, oleh karena itu bermimpilah dari sekarang dan berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan mimpi itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s