Who am I

Ilham Doni Tamara, itulah nama saya. Nama yang kerap kali dikomentari oleh orang lain saat baru saja kenalan. Tapi dibalik nama itu terdapat rahasia besar dan alasan kenapa orang tua saya melahirkan saya di dunia ini serta sebagai harapan besar mereka terhadap saya. Saya lahir dan hidup di dalam sebuah keluarga yang sederhana dan penuh perjuangan. Hingga air mata ini serasa tak henti mengalir mengenang segala perjuangan yang telah dilalui oleh pendahulu-pendahulu saya dalam menyelamatkan keluarga ini.
Besar di lingkungan pedesaan tidak membuat saya mudah menyerah dalam menghadapi tantangan hidup. Bahkan, dengan segala ketidakmampuannya, saya masih bisa membuat kejutan dikala orang lain tak menyangka kejutan itu akan terjadi. Berawal dari sebuah  madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulum Pangkatrejo yang mengantar saya berprestasi dan mempelajari ilmu-ilmu sang Pencipta. Hingga akhirnya saya pun harus melanjutkan perjalanan ke Sekolah yang lebih bonafit, SMP Negeri 1 Maduran. Walau berada di lingkungan pedesaan, namun prestasinya selalu dapat diperhitungkan. Menjajaki pola pikir dan lingkungan baru dengan kebiasaan yang berbeda mengantar saya untuk mulai beranjak dewasa dan mulai berpikir tentang kehidupan. Dan saat itulah saya mulai menyadari sungguh Allah Maha Luar Biasa. Kedewasaan dan prestasi yang diperoleh mengantar saya menuju sebuah lingkungan baru di lingkungan perkotaan yang sangat jauh dari dekapan Ibu. SMA Negeri 2 Lamongan, tempat saya mengukir jejak-jejak perjalanan menuju kehidupan sesungguhnya. Dengan tempaan lingkungan dan pendidikan, membawa saya menjadi pribadi yang baru menemukan jati diri. Tiga tahun lamanya melewati tantangan-tantangan hidup yang tidak selalu mudah mengantarkan saya menuju kampus yang dirindukan banyak orang. Di Kampus inilah saya semakin melihat ke dalam diri saya sendiri dan menyadari betapa kecil dan hinanya diri ini di hadapan Sang Penguasa Alam. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Jurusan Teknik Industri, membuat saya harus berjibaku menentang arus yang hampir telah mendarah daging. Hingga bertemu dengan guru-guru hebat yang tak lelah berjuang dan menginspirasi menjadikan saya lebih percaya diri dalam mengarungi hidup dan menggapai mimpi besar saya, “Menuju Indonesia Madani”. Semoga saya dan Anda semua dipertemukan oleh-Nya di tempat yang sama-sama kita rindukan, The Real Heaven.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s